Saat berjalan di antara palka 2 dan 3 pada sebuah kapal muatan curah, seorang bosun mendengar suara retakan dari platform yang diinjaknya. Setelah diperiksa, ditemukan bahwa pelat logam tersebut telah mengalami keausan signifikan dan tidak lagi mampu menopang berat satu awak kapal dengan aman. Bosun kemudian melaporkan masalah ini kepada nakhoda, yang segera memerintahkan inspeksi terhadap jalur jalan lainnya. Hasil inspeksi menunjukkan bahwa kondisi serupa juga terjadi pada jalur jalan lainnya.
Jalan yang melintasi dek biasanya terbuat dari pelat baja, tetapi material ini rentan terhadap korosi akibat paparan air laut atau bahan kimia yang diangkut sebagai kargo. Meskipun permukaan atas pelat baja umumnya dicat dengan baik, bagian bawahnya sering kali terabaikan atau sulit dijangkau untuk pengecatan. Akibatnya, korosi dapat berkembang tanpa terdeteksi hingga akhirnya terjadi kegagalan struktural, yang dapat menyebabkan cedera serius seperti patah tulang dan luka sayatan.
CHIRP merekomendasikan agar pelat baja pada jalur jalan ini diganti dengan grating terbuka berbahan komposit yang tahan terhadap korosi. Selain lebih aman, grating terbuka juga memungkinkan visibilitas lebih baik terhadap pipa di bawahnya, sehingga deteksi kebocoran menjadi lebih muda.
Kesadaran Situasional – Kondisi jalur jalan sulit dinilai karena bagian bawah pelat baja sulit diperiksa.
Desain – Aksesibilitas yang terbatas menyulitkan inspeksi kondisi pelat baja, sehingga grating terbuka lebih disarankan.